Puisi Untuk Suami / Istri


Sayangku

Aku sangat mencintaimu

Aku tak ingin kehilanganku

Karena aku akan sangat menyesal

ku ingin kamu selalu bersamaku

dan kulihat betapa mesranya senyumanmu

Ku ingin selalu dekat denganmu

karena aku akan merasa bahagia

Aku mencintai kehangatan hatimu

Kamu adalah sumber dari cintaku

kamu adalah alasan tentang keberadaanku

Kamu tempatku bersandar kala aku merasa kesepian

ketika kulihat dirimu

Aku tahu bahwa cinta sejati itu ada

Apa yang dapat kulakukan tanpamu

kamu adalah hati dan hidupku

Di dalam hati mu

di tengahnya mimpi

kuingin selalu bersamamu

menyeberangi lautan

Dimana negeri dongeng itu berada

Ulurkan tanganmu

dan katakanlah kepadaku

bahwa kamupun tak bisa hidup tanpaku

kamu selalu untukku

Ku tak pernah memikirkan orang lain

karena hanya kamu di hatiku

Dan aku sangat mencintaimu

Sumber : http://ainidebruin.multiply.com/journal/item/29

Istriku,
Jika engkau bumi, akulah matahari
Aku menyinari kamu
Kamu mengharapkan aku
Ingatlah bahtera yg Kita kayuh, begitu penuh riak gelombang
Aku tetap menyinari bumi, hingga kadang bumi pun silau
Lantas aku ingat satu hal
Bahwa Tuhan mencipta bukan hanya bumi, Ada planet lain yg juga mengharap aku sinari
Jadi..
Relakanlah aku menyinari planet lain, menebar sinarku
Menyampaikan faedah adanya aku, karna sudah kodrati
Dan Tuhan pun tak marah…

Balasan Puisi sang istri …

Suamiku,
Bila kau memang mentari, sang surya penebar cahaya
Aku rela kau berikan sinarmu kepada segala planet yg pernah TUHAN
Ciptakan karna mereka juga seperti aku butuh penyinaran Dan akupun juga
Tak akan merasa kurang dengan pencahayaanmu
AKAN TETAPIIIIIIII. .
Bila kau hanya sejengkal lilin yg berkekuatan 5 watt, jangan bermimpi menyinari planet lain!!!
Karena kamar Kita yg kecil pun belum sanggup kau terangi
Bercerminlah pd kaca di sudut kamar Kita, di tengah remang-remang
Pencahayaanmu yg telah aku mengerti utk tetap menguak Mata
Coba liat siapa dirimu… MENTARI atau lilin ? PLIS DEH…!!!

Sumber : http://wansz.wordpress.com/2008/01/03/puisi-suami-istri/

Aku tak pandai berucap kata
Diriku juga tak cukup pintar menyampaikan maksud
Tak cakap pula menyerap makna

maafkan aku, sayang
seperti itulah yang selalu kukatakan
atas kesalahan demi kesalahan

Tidak apa-apa, sayang
Begitulah engkau berbisik lembut di telingaku
Fajar demi fajar

Terima kasih, kekasihku
Seperti itulah aku tersenyum padamu
atas kebahagiaan demi kebahagiaan

Engkau pantas mendapatkannya, cintaku
Begitulah engkau mengecup dahiku
Senja demi senja

Dan serasa ingin kubaktikan sepenuh jiwa ragaku
Mengucap nama-nama indahNya bersamamu
Pagi demi pagi

Serta ingin kuhabiskan seluruh hidupku
Sujud bersamamu di hadapan-Nya
Malam demi malam

Sumber : http://www.andriyarusman.com/?p=46

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.