Puisi Penantian


Malam berlalu berganti menjadi pagi

pagi kemudian kembali hanya embun yang masih tak pasti

menunggu janji yang belum ditepati

Sekali lagi hanya menanti

Hati……. yang sebelumnya ada disini

di satu sisi……….

yang sebelumnya ikut menari di malam hari

Sumber : http://aroemmanizz.multiply.com/journal/item/304/Telah_berlalu

Telah lama kami tak berirama
Berdendang keluarkan ritme dalam kata
Menunjukkan kecintaan kami padamu
Memberikan kasih sayang kami padamu

Tiadakah engkau sadar pada jiwa,
Tiadakah engkau tahu pada rasa?
Setiap malam kami bersandar pada rindumu
Setiap janji waktu kami menggandeng selalu cintamu

Kami tak kan pernah bosan untuk mengejarmu
kami tak kan pernah bosan untuk menatapmu
Kami tak kan pernah bosan untuk mengiringimu
dan kami berharap tak kan pernah bosan untuk menunggumu..

Penulis : Ina Dwiana Kartaatmadja

Sumber : http://inadwiana.wordpress.com/2009/11/14/tak-berharap-tak-pernah-bosan/

Tiada berani diri ini,
Malu mengasah muka mengatakan siapa kami disini
Menganggap lebih tapi tak berwarna,
Merasa gamang dan tawar tak berasa

Tiada berani ini,
menganggap kami dengan sikap demikian sombong mendera,
kami adalah bukan siapa-siapa
kami ini tidaklah memiliki apa-apa
Tiadakah dirimu merasa,
Mengapa kami begitu percaya
Yang kami simpan dalam sukma

Kami memupuknya sejak sedari awal
Kami menyiramnya sejak sedari kenal

Kami merasa nyaman dengan angin yang membawa
Kami merasa bahagia dengan hujan yang menerpa

Tiadakah dirimu merasa,
Mengapa kami sangat menunggu harap
Demikian tegap langkah ini berderap
Untuk selalu menunggu kekasih jiwa..

Penulis : Ina Dwiana Kartaatmadja

Sumber : http://inadwiana.wordpress.com/2009/12/05/untuk-selalu/

Rasa ini datang begitu saja,
Tanpa permisi ia menyentuh batinku,
Sungguh tak mampu ku ukir pada prasasti apapun,
Betapa ia indah dan menyiksa.

Sesyahdu melodi harmoni,
Rasa rindu itu berbalur bersama waktu,
Bersama gemintang di cakrawala bebas,
Ingin kumelayang menelisik angin…tuk bersua denganmu.

Kekasih…jika rasa itu memeluk jiwamu,
Jagalah ia dengan lembut belaimu,
Meski nestapa kerap hadir mengusik hati yang gelisah,
Aishiteru…!

Penulis : Abigailroodee

Sumber : http://www.bangfad.com/sastra/rasa-ini-2.html

kala sepi menyayat hati
kelelahan jiwa menemani
tertatih-tatih langkahkan kaki
pijak jalan kehidupan penuh duri
raih mimpi tak bertepi
gapai cinta tak pernah bermakna

senandungkan kidung asmara
urai dalam bait-bait derita
debur ombak kehidupan
hantam karang keteguhan hati
mencoba tegarkan jiwa
dari cerita cinta penuh luka

ku akui begitu banyak cinta
yang datang dan pergi
tapi tak satupun cinta yang mampu
menyemaikan segala rasa dikalbu
yang telah gersang dan mengering
walau bibir selalu tersenyum
tapi hati menangis pilu
dihimpit dilema yang membelenggu
jangan cintai………
karena tak pantas untuk dicintai
jangan sayangi……..
karena tak pantas untuk disayayangi
jangan berharap……..
karena tak pantas untuk diharap
biarlah semua berjalan
mengikuti alur roda kehidupan
biarlah semua berlalu mengikuti
kehendak yang MAHA TAHU

Sumber : http://www.bangfad.com/sastra/rintihan-hati.html

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.