puisi Ketakutan


Ku bersyukur di tiap hari bersamamu
Kau berikanku kekuatan untuk terus bertahan
Kau membuatku percaya kau kan selalu bersamaku
Ada takut terhenyak dihati jika ku kehilangan dirimu

Sumber : http://www.toppuisi.com/toppuisi/syukur/

Iklan

Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar
dan ia melontarkan kata-kata menyakitkan.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya
karena hari ini ia mengirim aku bunga.

Aku mendapat bunga hari ini.
Ini bukan ulang tahun perkawinan kami
atau hari istimewa kami.
Semalam ia menghempaskan aku ke dinding
dan mulai mencekikku
Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya
karena ia mengirim bunga padaku hari ini.

Aku mendapat bunga hari ini,
padahal hari ini bukanlah hari Ibu atau hari istimewa lain.
Semalam ia memukuli aku lagi, lebih keras dibanding
waktu-waktu yang lalu.
Aku takut padanya tetapi aku takut meningggalkannya.
Aku tidak punya uang.
Lalu
bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku?
Namun, aku tahu ia menyesali perbuatannya semalam,
karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.

Ada bunga untukku hari ini.
Hari ini adalah hari istimewa : inilah hari pemakamanku.
Ia menganiayaku sampai mati tadi malam.
Kalau saja aku punya cukup keberanian
dan kekuatan untuk meninggalkannya,
aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini…

Sumber : http://speedway.wordpress.com/tag/puisi-bunga/

Saat aku berjalan dalam malam yang temaram
Saat itu pula hatiku kembali tergetarkan
Bergetar dan terasa diusik oleh pengusik
Seperti hantu yang siap membunuhku

Seperti gempa bumi yang dahsyat menggetarkan hatiku
Meretakkan, menghancurkan dan meluluhlantakkan keutuhan pikiran
Melemahkan otot-otot dan semua persendianku
Dan seperti tulang yang menghilang dari tubuhku

Pemandangan itu sangat mengerikan
Berjuta-juta wanita putih bersayap memanggil namaku
Seperti malaikat yang siap mencabut nyawa dari ragaku
Dan pergi meninggalkan tubuh menjadi gentayangan

Kini matahari telah muncul di peraduannya
Dan ajal menantiku datang ke tempatnya
Memberikan nuansa yang seolah-olah berkata
tentukan sebuah pilihan
Dan menentukan jalan kehidupan
Yang baru untuk melupakan masa lalu.

Sumber : http://xpresiriau.com/puisi/kematian-sebuah-puisi/

ketakutan selalu menghantuiku
menghantui hari – hari ku
seakan aku tak kan bisa melalui hari – hari ini

ketakutan juga selalu membuatku kecewa
sakit……….
pedih…..
tak ada yang bisa tempatku tuk melalui ketakutanku

aku benci dengan semuanya
aku benar – benar muak
aku ingin lari dari ketakutan ini
tapi kenapa aku ngak bisa

tapi ku ingin melawan ketakutan ini
aku tidak mau terus – menerus dihantui ketakutan ini
karena ku ingin ketakutan ini menjauh dariku………….
ku ingin hidup tanpa ketakutan ………..

Sumber : http://www.bangfad.com/sastra/ketakutan.html

Tuhan ku
Aku takut nuraka mu
Aku takut kesakitan amat di hari pembalasan
Lalu mendidik aku takut pada Mu .

Tuhan ku

Alangkah indah dan damainya
Bila ketakutan dan impian ngeri
Menjadi kerinduan dan kecintaan .

Lalu tidak ada istilah terpaksa meninggalkan dosa
Mengutip pahala kerana suka .

Bersama detik nadi , sentiasa ingatan di hati
Cinta hakiki yang paling suci.

Penulis : Saniza . Kuala Lumpur . 5 Muharram 1431.

Sumber : http://saniza23.blogspot.com/2009/12/ketakutan-ku-jadikan-cinta-dan.html

Satu malam saja
hanya satu malam
ku pinta bulan,tuk lelah memancar
pada bintang,tuk jemu berpijar
Agar dapat ku hindari
jejak khilaf yang menyatu dengan bayang.

Sumber : http://id.kemudian.com/node/239379

Renungkanlah.

Siapa yang tau sampai kapan kita hidup?!
Siapa yang tau berapa lama lagi kita harus menebus semua dosa?!
Siapa yang tau takdir apa yang akan terjadi pada kita?!
Siapa yang tau setelah mati kita akan ditempatkan dimana, surga atau neraka?!

Siapa yang tau apa yang akan terjadi besok?!
Apa kita masih dapat berjalan seperti hari ini
Apa kita masih bisa membaca seperti saat ini
Kegembiraan yang kita rasakan dapat langsung berubah hanya dalam satu kedipan
Seberapa besar kuasa manusia tuk melawan kata ”kun”
Hanya dengan 0.005 detik atau bahkan kurang dari itu semua dapat terjadi
Harta, nyawa dan segalanya menjadi tak berarti dan kan lenyap tanpa kompromi
Apa yang dapat diperbuat manusia?!
Membayangkan saja tak sanggup

Apa kamu punya ”tabungan” untuk menghadapinya?!
Siapkanlah imanmu mulai dari sekarang

Sumber : http://www.indoquran.com/puisi-terbaru/puisi-renungan-ketakutan-manusia-2.html

Laman Berikutnya »