Puisi Kepedihan / Sakit hati


Dimana arti sebuah kesetiaanmu
Janjimu yang pernah kau ucap dulu
Sungguh ku tak menyangka
Kau hianati diriku

Aku adalah orang yang benar-benar menyayangimu
Mencintaimu dengan sepenuh hatiku
Setelah kau tinggalkan ku sendiri
Yang bisa kulakukan hanyalah meratapinya

Tapi kini kusadar
Kau tak pantas untuk ku cintai
Kau begitu mengecewakanku
Begitu menyakitiku

Kan ku hapus semua kenangan kita

Sumber : http://toppuisi.blogspot.com/2010/01/kemana-kesetiaanmu.html

Didalam raga yang tak berdaya ini

Terdapat sebuah hati yang sedang sakit

Bertarung dengan kegelapan dan kehampaan hidup

Mengguncang dan menghancurkan hati ku

Sudah terlalu banyak pertumpahan darah

Sudah terlalu banyak kehinaan yang membekas

Dan bercak-bercak hitam yang suram

Dalam segumpal daging yang membeku ini

Ketika ku bertriak sekeras-kerasnya

Merasakan kepedihan yang tak pernah berhenti

Menyayat-nyayat jiwa dan raga ini

Dan mengeluarkan keringat yang bercucuran

Kebencian dan Indahnya Cinta

Telah bercampur aduk dalam hati ini

Membut mata hati ku buta

Dan tak tau perbedaan keduanya

Peperangan dalam jiwa yang ku alami akan berakhir

Ketika jiwa dan raga ini terpisah

Antara dua alam yang sangat jauh berbeda

Dan inilah akhir dari perjuangan ku

Yang sangat menentukan

Antara kemenangan dan kekalahan

Sumber : http://puisihatiku-puisihatiku.blogspot.com/2009/03/peperangan-dalam-jiwa.html

Hati yang pernah singgah
Rasa cinta yang dulu pernah ada
Mungkin takkan bisa hilang
Hingga terkubur jauh direlung jiwa

Rasa sakit inipun takkan pernah mati
Karna kalian tega mengkhianati
Kasih yang slama ini aku beri
Bahkan oleh kakakku sendiri

Mulai kini putus sudah ikatan kita
Takkan lagi ada rangkaian cerita
Terbersik diri ini ’tuk melihat wajahmu kini tak pernah ada
Karna kalian tlah tega
Menusukku dari belakang hingga tembus tepat didada

Tuhan! Semoga apa yang kurasa mereka juga merasakannya
Lebih dari sakit yang kurasa
Karena mereka tega menyakiti hatiku seperti ini
Luka yang mereka ukir
Tlah menggores luka dihidupku slama ini

Sumber : http://www.puisiku.net/tema-kesedihan/patah-hati-tema-kesedihan/rasa-ini-takkan-pernah-mati.htm

aku tak mengerti mengapa aku begini
tersiksa batin oleh kata hatiku sendiri

kata hati tuk tetap mencintainya
keinginan untuk selalu buatnya bahagia
anganku di penuhi senyumannya
tangisnya tak henti terngiang di kepalaku

apakah aku benar atau aku salah
apakah aku mencintai orang yang tepat kucintai
atau ini keegoisan dari hati yang telah di butakan oleh cinta

pernah kulihat kisah pedih tentang cinta di luar sana
tapi tak pernah terbayang olehku
aku tersiksa oleh roman cinta yang telah di anugerahkan olehnya
seorang gadis yang takkan mati, selalu tersimpan di hati, dan hanya untukku selamanya

Sumber : http://www.puisiku.net/tema-kesedihan/kehilangan/selalu.htm

Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar
dan ia melontarkan kata-kata menyakitkan.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya
karena hari ini ia mengirim aku bunga.

Aku mendapat bunga hari ini.
Ini bukan ulang tahun perkawinan kami
atau hari istimewa kami.
Semalam ia menghempaskan aku ke dinding
dan mulai mencekikku
Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya
karena ia mengirim bunga padaku hari ini.

Aku mendapat bunga hari ini,
padahal hari ini bukanlah hari Ibu atau hari istimewa lain.
Semalam ia memukuli aku lagi, lebih keras dibanding
waktu-waktu yang lalu.
Aku takut padanya tetapi aku takut meningggalkannya.
Aku tidak punya uang.
Lalu
bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku?
Namun, aku tahu ia menyesali perbuatannya semalam,
karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.

Ada bunga untukku hari ini.
Hari ini adalah hari istimewa : inilah hari pemakamanku.
Ia menganiayaku sampai mati tadi malam.
Kalau saja aku punya cukup keberanian
dan kekuatan untuk meninggalkannya,
aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini…

Sumber : http://speedway.wordpress.com/tag/puisi-bunga/

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.