Puisi Harapan


Ingin ku katakan sayang….
Tapi itu saja tak cukup…
Ingin ku curahkan segalanya
Tapi itupun tak cukup
Karna selalu ada kesalah fahaman diantara kita.

Ketika ku diam, bukan maksudku mengabaikan_mu.
Ketika ku pergi bukan berarti aku tidak menyayangi_mu.

Walau ku marah sekalipun
Bukan maksudku melukai_mu.

Mungkin kita tidak pernah sejalan
Tapi aku selalu menyayangi_mu.

Hingga setiap d0’a, ku berharap kebahagiaan_mu.

“Suatu saat kita bersama”

Sumber : http://peperonity.com/go/sites/mview/puisi.cinta/21875121/22177793

Iklan

Telah lama kami tak berirama
Berdendang keluarkan ritme dalam kata
Menunjukkan kecintaan kami padamu
Memberikan kasih sayang kami padamu

Tiadakah engkau sadar pada jiwa,
Tiadakah engkau tahu pada rasa?
Setiap malam kami bersandar pada rindumu
Setiap janji waktu kami menggandeng selalu cintamu

Kami tak kan pernah bosan untuk mengejarmu
kami tak kan pernah bosan untuk menatapmu
Kami tak kan pernah bosan untuk mengiringimu
dan kami berharap tak kan pernah bosan untuk menunggumu..

Penulis : Ina Dwiana Kartaatmadja

Sumber : http://inadwiana.wordpress.com/2009/11/14/tak-berharap-tak-pernah-bosan/

Hanya diam,
saat hati tak mampu lagi menahan…….
saat marah membuncah,
saat semuanya berganti dengan amarah,sesal, kecewa dan sakit hati…

Saat semuanya harus berakhir,
saat hati tak mampu lagi menahan,
sakit, kecewa hanya itu yang dirasa…

Cukup kesabaran, cukup tuk menahan, cukup tuk bertahan…diam…
ketika amarah tak mampu lagi diungkapkan…

Langkah terhenti,
saat merasa tersakiti,
saat merasa terlalu sakit…

Coba redamkan,
ikhlas, dan relakan jadi kenangan,
semuanya…

Penulis : Rizky Anggreini

Sumber : http://www.bangfad.com/sastra/saat.html

Kamu tau sayang, aku sayang kamu
kamu tau sayang, sampai kapanpun akan begitu…
walaupun kau mengiris sebagian dari hatiku,
walaupun kau sayat-sayat jantungku,
aku kan tetap sayang kamu sayang…

Walaupun amarah ku memuncak,
walaupun suatu waktu aku meninggalkanmu,
percayalah sayang itu hanya sementara,
aku bakal kembali padamu..

Aku sayang kamu, sayang
tak hirau buatku apakah kau tau hal ini,
apakah berarti untukmu keberadaanku, perhatianku, aku kan tetap pada hatiku,
pernahkan kau tau cara membohongi hati sendiri ?
sakit bukan ?

Aku sayang kamu sayang,
walaupun kau kan menyakitiku,
karena ku tak mau menyakiti diriku…

Penulis : Rizky Anggreini

Sumber : http://www.bangfad.com/sastra/tentang-sayang-ku.html

Rizky Anggreini

Sumber

hari-hari ku yang sepi…
telah membawa hidupku dalam kesedihan..
canda tawa yang dulu ada..
telah terbawa jauh oleh rasa cintaku padamu…
aku hanya bisa berharap..
kau akan tau dan mengerti…
memahami dan merasakan apa yang aku rasakan..
dan membawa kembali senyuman untuk ku…
senyuman yang dulu kau bawa bersama cintaku…

tapi ada satu hal yang selalu aku takutkan…
kau tak pernah merasakan apa yang aku rasakan..
kau hanya menganggapku sebagai teman..
itu yang selalu membuatku merasa sepi…
tak mengungkapkan apa yang aku rasakan selama ini…
rasa cinta yang terpendam di dasar lubuk hati..

itu yang selalu membuatku tersenyum saat kau bahagia..
melihat kau bersama dia yang kau cintai…
dan dia itu bukan aku…
mungkin memang aku tersenyum bahagia…
tapi sebenarnya hatiku menangis…
menyadari bahwa cintamu bukan untuk ku…
tapi aku akan tetap tersenyum bahagia…
karna bahagiamu bahagia ku juga….

Penulis : chanmel loverz 250809

Sumber : http://www.bangfad.com/sastra/tersenyum-di-atas-air-mata-yang-sepi.html

tetap setia dengan apa yang ku pegang dalam perjalanan ini,
telah menjadi kunci bagi ku,
untuk terus tegar,
ku kan slalu mengingat semuanya.

apakah betul,
semua yang ku jalani ini.
berkat hancurnya hidupku,
dalam 16 tahun lalu,

berawal dari perpisahan mereka,
ku jalani tanpa beban,
namun,
dengan segudang tanya
muncul di benakku,
satu tanya yang ku jawab sendiri,
tanpa mengharap kritik
dan anggapan dari yang lain.
“SIAPA yang salah dalam kehidupan ku ini?”

“MEREKA!!”
begitu tega beliau berucap janji,
berbuat cinta,
hingga nyatanya aku.
namun,
berujung pada perpisahan,
yang membuat ku berani menyimpulkan itu.

lepas dari itu,
ku jalani sisa hidup
yang jauh dari belaian cinta
dan kasih sayang.

ku sadar
ku telah pincang,
satu nyawa telah di paksa keadaan
untuk ku tinggalkan.
perpisahan itu,
telah menyakitkan ku.

lalu,
datangnya sosok seorang
yang di harapkan
dapat mengganti nyawa beliau
yang ku pisahkan.
membuat ku belajar
untuk melupakan beliau.

ia coba mengasih,
namun ku tak dikasihi,
ia coba mencinta,
namun ku tak dicinta.
betapa berat
untuk menggantikan
sosok nyawa yang telah
menjadi darah
diraga ku ini.

ketika ia mengajari
dan menghasut ku
untuk membenci nyawa itu.
ku terlena,
ku hanyut dalam fitnahnya.

fitnah yang mengajarkan ku
untuk membenci sosok
yang melahirkan ku.
fitnah yang membuatku bisa
melupakan kejadian itu.
betapa hinanya aku
di kala itu.

ntah mengapa,
13 tahun sudah
ku menyalahkan kejadian itu.
hingga ku lelah akannya.
ku berkelana
mencoba peruntungan baru,
untuk mencari jawaban atas pertanyaan.
“adakah cinta
yang tersisa untukku?”

ternyata betul,
cobaan di berikan
tak pelak ada hikmah di baliknya.
ku di datangi bidadari.
seorang anak manusia,
yang telah menjelma menjadi malaikat
bagiku.

ku ingin menjaganya,
ku ingin bersamanya.
jalan untuk mewujudkan itu masih jauh,
namun,
ku bahagia
bermimpi tentang itu.

kini,
hidup adalah perjuangan bagi ku.
sahabat,
tak lain juga menjadi
faktor penguat ku
untuk melangkah
menghadapi rintangan ini.
mari kita lawan bersama
getirnya keras hidup ini
teman.

semangat selalu.

Sumber : http://www.bangfad.com/sastra/perjalanan.html

aku bukanlah benalu,…
yang hanya bisa tumbuh dan hidup
dari kehidupan “tumbuhan” lain
mengganggu dan merugikan “tumbuhan” itu

bukan pula ku layaknya hama
yang hanya bisa merusak “tumbuhan” orang lain
yang dapat dihancurkan kapan saja
ketika sang pemilik “tumbuhan” menemui titik kebencian

bukan pula q layaknya pungguk yang merindukan rembulan
berharap dapat q rasakan
keindahan akan sinarnya,…
disaat musim penghujan

tp q ingin menjadi mentari kecil
senantiasa pancarkan sinaran
berikan kehidupan pada setiap insan
senyuman senantiasa aku lemparkan
pertanda bahagia dengan kehidupan “tumbuhan” itu
juga kebahagiaan setiap insan…

Sumber : http://www.bangfad.com/sastra/mentari-kecil.html