Puisi Anniversary / Peringatan


Tak terasa, sudah 9 tahun sejak pertama kali kulesatkan panah asmara ke jantung hatimu. Separuhnya kulewati bersama cintamu dalam ikatan suci. Kini sesosok mungil ikut menghiasi hari-hari kita.

Sembilan tahun silam, seperti masih kemarin sore, aku tekadkan diri menaiki bis dari bundaran UGM – Terminal Umbulharjo – Imogiri. Aku sadar kala itu sulit dapat bis sepulangnya dari tempatmu. Karena yogya tak pernah ramah dengan mobilitas malam bagi proletar sepertiku. Tekadku sudah bulat kala itu. Membuktikan kelelakianku untuk mendapatkanmu. Meski kau tak butuh itu.

Sembilan tahun sudah, masihkah kau rasakan getaran itu? Untukmu cintaku, kukenang dalam ingatanku, gelora itu meluluhlantakkan akal warasku.

Ingatkah kau? Kegilaan memaksaku bermalam di Masjid tak jauh dari desamu. Karena, sekali lagi, malam yogya tak pernah bersahabat bagi pencinta yang jelata sepertiku.

Ah, engkau memang cintaku yang layak menerima persembahan gilaku..

Selamat tidur cintaku! Mimpikan hari itu! Untukku…

Sumber : http://aghofur.com/happy-anniversary-my-love.html

Setelah bertahun2 mengenyam cinta
Apakah mesti kubawa kau ke tempat2 ini :
Ke ladang anggur tempat Yesa biasa melukis sketsa rindunya
Atau ke satu oase di Sahara tempat Majnun terakhir kali melihat Laila
Atau ke bukit Jabal Rahmah tempat Adam pertama kali jumpa Hawa di dunia ?
Ah, aku hanya ingin dirumah saja
Lalu ada kau memijat punggungku
pada Kamis malam yg sakral

Sumber : http://puisi-sastra.blogspot.com/2008/12/after-years-at-anniversary-night.html

Saya bukan orang yang pintar membuat puisi tentang apa yang saya rasa seperti mas ini.
Saya juga bukan orang yang mudah menyatakan cinta dan rindu tiap harinya seperti mbak ini.

Tapi,….
Saya menemukan apa yang saya rasa dan apa yang ingin saya katakan dari lirik ini ;

Caramu Mencintaiku
Menjauhkan kecurangan
Seperti bintang
Yang setia pada bulan

Memegang kukuh janji
Menemani aku sampai mati
Terpasung hati
Tulusmu mendampingi diriku

Makin aku cinta
Cermin sikapmu yang mampu
Meredam rasa keakuanku
(Mengerti, memahami cinta)

Caramu memanjakanku
Kau rujuki kesejukan pagi
Memasung hati
Tulus aku, memasrahkan diri

Jangan pernah terbesit hati
Meragukan kesetiaan yang tercurah
Aku dan dirimu ditakdirkan satu
Langit jadi saksi

Terima kasih untuk semua cinta sampai hari ini sayang

Sumber : http://nike.rasyid.net/2009/01/semakin-cinta-tiap-harinya.html

Lelaki itu memanggilku Cinta
Tatkala ia menebusnya dengan bulir-bulir keringatnya
Tatkala ia genggam jemari dan mengucapkan sumpahnya

Lelaki itu memanggilku Cinta
Tatkala ia usir sepiku dengan peluk hangat dan cintanya
Ia mencintaiku dengan tetesan keringatnya
Dengan diam tak berkeluh

Lelaki itu memanggilku Cinta
Tatkala dadanya terbuka untuk sandaranku
Tatkala nasehat tajamnya membangunkanku
Tatkala ia membebaskanku
Dengan mencintai telanjang dan rapuhku

Lelakiku …
Lelah, letih dan sepimu
Sebuah puisi sendu untukku
Perih sungguh mendengar desahmu
Ingin kuhapus peluhmu
Pecahkan diammu, pancing gelakmu
Isi sepimu, gelakkan tawamu
Rengkuh bibirmu, kembangkan senyummu

Lelakiku …
Aku pun memanggilmu Cinta
Yang menghidupkan gairahku
Yang menegakkan raga dan jiwaku

Cinta …
Terima kasih untuk cintamu
Seberkas cahaya penyejuk jiwa …
Saat kau memanggilku Cinta
Saat kau tawarkan surga, Wahai Sang Jawaban Doa

Happy Anniversary, My Love
I Love You

your wife

Sumber : http://bootdir.wordpress.com/2008/10/16/first-anniversary/

It seems like only yesterday
That our wedding date was set;
Although it’s been so many years,
The memories linger yet.

I guess that we’ve experienced life,
In almost every form.
We’ve enjoyed the greatest pleasures
And weathered every storm,

We’ve walked together side by side,
As we traveled on through life;
And I have always felt so proud,
That you chose me for your wife.

I wouldn’t change my life with you,
For any other way.
We’ve reached another milestone, dear
It’s our Golden Wedding Day!”

Sumber : http://www.toppuisi.com/toppuisi/anniversary/

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.