hingga pagi sampai mati
di hati ini
cuma kamu
berdiri
tersenyum
memahat pelangi yang merayap di tubuhmu

Sayang, aku rindu kamu
rindu air mukamu
rindu laut di balik tawamu
rindu warna suaramu
rindu bulan di telapakmu
rindu angin dari jendela matamu

sampai pagi
sampai mati

Sumber : http://ruangku.blogsome.com/2006/11/28/puisi-dan-percakapan/