Badanku rasanya mau mati
Jiwaku tersiksa seperti dikekang oleh jeruji besi
Aku ingin mencari-cari arti hidup ini
Yang selama ini telah kulalui

Harganya telah kuperkirakan
Alangkah mahalnya Sesuatu itu
Aku harus pergi jauh untuk mencari
Dan menunggu detik demi detik

Di hadapanku terpampang sebuah jam dinding
Dari situ aku tahu waktu sudah mendekat
Semakin kulihat semakin lama rasanya
Tetapi detak jantungku semakin cepat

Ingin rasanya semua cepat berakhir
Jangan sampai hitungan jam tapi biarlah menit
Mungkin aku masih bisa bertahan
Dan menunggu saatnya tiba

Sesuatu yang mudah dari membuat puisi
Dari menyusun sebuah kata-kata yang rapi
Tapi kali ini mengapa rasanya lama sekali
Bawa aku pergi

Kutarik napasku dalam-dalam
Udara masuk sampai ke dalam otakku
Rasa tenang ada di pikiranku
Tetapi jiwaku tetap masih menunggu

Sumber : http://www.unitedfool.com/cool_stuff/puisi/waktu.html