Kau hela tanganku ke
arena dengan baju besi yang belum terpasang
Dan pedang yang belum
selesai diasah

Kau menyerangku
dengan bisikan mantra yang ditiupkan ketelinga
Tapi kau lupa
menyelipkan badar besi di pinggangku
Panah yang menghujam
Tak sanggup
menghentikan langkah
Tameng masih kokoh
menopang menara nyali
Tapi lengahmu gentingkan
tali busurku
Dalam perang kau dan aku
Sudut matamu mencuri
pandang saat membelakangiku
Mengintai setiap
jejak langkahku
Sudut mataku pun
begitu saat mulai ayunkan langkah
Cemaskan belati
menghujam jantungmu

Penulis : Guri Ridola

Sumber : http://xpresiriau.com/puisi/dalam-perang-kau-dan-aku-puisi/