Dalam benakku sebuah tangan melambai
Terulur bergetar mengusap kepalaku
Kusambut tangan itu
Dan kucium penuh takzim
Telunjuknya mengarah ke langit biru berawan:

”Lihatlah, layang-layang terbang karena tantangan angin”

Senyumnya meredakan badai di jantungku

”Jalani hidupmu dengan tenang dan sabar,
Carilah kemudahan itu di ujung kesukaran”

Suaranya parau dihisap usia dan deraan angin

“Kau tampak lelah cucuku, tidurlah
Ciptakan mimpi-mimpi indah dalam lelapmu
Wujudkan mimpi itu saat kau jaga”

Kata-kata mengurungku
Bersama harapan yang tertunda
Berkubang dalam selasar dadaku
Tenggelam dalam kebisuan

”Akan kuceritakan padamu cucuku
tentang sebuah negeri bernama Darul Farh:
Kawasan kegembiraan, kampung bahagia
Banyak orang ingin sampai ke tempat itu
Namun banyak yang berputus asa untuk mencapainya
Jalan panjang menuju ke sana penuh onak dan duri
Bersusun tangga kesusahpayahan
Hanya orang yang cepat bangun manakala terjatuhlah
Yang mampu mencapainya”

Tangannya menggamitku

”Mari kuajak kau untuk menemui pemiliknya”,

Saat sunyi,
Saat khusyu,

Bandung, 20 Maret 2009
YANTI SRI BUDHIARTI

Sumber :  http://zaynalmustafa.blogspot.com/2009/05/puisi-dari-yanti-sri-budhiarti-untuk_28.html