Kapan kapal itu akan menjemputku
Dari arah timur tak kulihat bendera negri seberang
Aku kembali duduk menoleh anak ikan yang sedang berlarian
Perlahan menipis lapisan kulit coklatku
Panas matahari mengujiku
“Kapal itu tak datang lagi, nak..”
Terngiang suara ibu di telingaku..
Kupikir hanya buah lamunanku
Aku duduk di atas karang tak bertuan hari ini
Mencoba mendalami kata-kata ibu
Walau raganya tak kembali memangkuku di sini

Aku yakin kapal itu akan datang

Penulis : Febi Indria N, Mahasiswi Jurusan Sistem Informasi

Fakultas Sains dan Teknologi UIN SUSKA

Sumber : http://xpresiriau.com/puisi/kapal-ibu-puisi-hari-ibu/