Tiga hari
Tiga malam
Saya duduk di depan ayahku,
Dia terlelap tidur.

Hiraukan suara orang-orang
Memberi dan menawarkan padaku
Segelas air dan makanan,
Agar aku beranjak dari hadapan ayahku.

Ayah bangun!!
Kita makan bersama,
Liatlah sajian itu untuk kita,
Ayah bangun, aku sudah lapar.

Ayahku belum bangun juga,
Aku berharap ayah bangun,
Temani aku,
Satu inginku
Bangunlah yah!

Usiaku 5 tahun begitu ayahku bilang,
Dan saat itulah badai tsunami datang.

Bandung, 21 Dzulkaidah 1425
Setia

Sumber : http://siasetia.multiply.com/journal/item/6