Tiada berani diri ini,
Malu mengasah muka mengatakan siapa kami disini
Menganggap lebih tapi tak berwarna,
Merasa gamang dan tawar tak berasa

Tiada berani ini,
menganggap kami dengan sikap demikian sombong mendera,
kami adalah bukan siapa-siapa
kami ini tidaklah memiliki apa-apa
Tiadakah dirimu merasa,
Mengapa kami begitu percaya
Yang kami simpan dalam sukma

Kami memupuknya sejak sedari awal
Kami menyiramnya sejak sedari kenal

Kami merasa nyaman dengan angin yang membawa
Kami merasa bahagia dengan hujan yang menerpa

Tiadakah dirimu merasa,
Mengapa kami sangat menunggu harap
Demikian tegap langkah ini berderap
Untuk selalu menunggu kekasih jiwa..

Penulis : Ina Dwiana Kartaatmadja

Sumber : http://inadwiana.wordpress.com/2009/12/05/untuk-selalu/