Saat mata
Tak mampu lagi menahan kelopaknya,
Muncul keinginan tuk tidur dan bermimpi

Namun takut..takut..takut..,
Tiba- tiba perasaan itu muncul lagi,
Ku tak sanggup menyadari bahwa ku kan tertidur.

Doa dan terus berdoa

Dengan pengetahuan yang yakin,
Ku sadar hanya meminjam raga tuk hidup
Namun dengan keyakinan pula ku tak mampu
Membayangkan jika hari ini adalah hari terakhir ku di dunia,
Maka mungkin tak kan cukup amal ku tuk masuk surga

Ketakutan membuatku berfikir
Jika aku mengetahui hari ini adalah hari terakhir
Maka tiap detik kesempatan, akan aku gunakan ’tuk menebus dosa
Namun jika aku tidak mengetahui bahwa hari ini adalah hari terakhir
Maka akan ku sesali setiap waktu ku yang terbuang percuma

Takut…takut..takut sungguh ku takut
Aku tidak akan mengetahui kapan hidupku kan berakhir
Ku hanya ingin melakukan yang terbaik untuk hidup ku
Tak kan kusia- siakan keringanan satu hari, satu menit bahkan satu detik untuk ku
Berusaha menjadi lebih baik dan lebih baik

Hingga saatnya tiba,
Ku kan siap dan ikhlas tuk menerimanya

Dari ketakutan yang aku rasakan
26 April 2007

”….. dan kami menjadikan tidurmu untuk istirahat, dan kami menjadikan malam sebagai pakaian dan kami menjadikan siang untuk mencari kehidupan. Sungguh, hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan. Dan segala sesuatu telah kami catat dalam suatu kitab ( buku catatan amal manusia). Sungguh orang- orang yang bertakwa mendapat kemenangan. (AN- NABA’ ; 9,10,11,17,29,31)

Sumber : http://www.indoquran.com/puisi-terbaru/puisi-renungan-ketakutan-manusia-2.html