Konon pada suatu desa terpencil

Terdapat sebuah keluarga

Terdiri dari sang ayah dan ibu

Serta seorang anak gadis muda dan naif!

Pada suatu hari sang anak bertanya pada sang ibu!

Ibu! Mengapa aku dilahirkan wanita?

Sang ibu menjawab,”Karena ibu lebih kuat dari ayah!”

Sang anak terdiam dan berkata,”Kenapa jadi begitu?”

Sang anak pun bertanya kepada sang ayah!

Ayah! Kenapa ibu lebih kuat dari ayah?

Ayah pun menjawab,”Karena ibumu seorang wanita!!!

Sang anak kembali terdiam.

Dan sang anak pun kembali bertanya!

Ayah! Apakah aku lebih kuat dari ayah?

Dan sang ayah pun kembali menjawab,” Iya, kau adalah yang terkuat!”

Sang anak kembali terdiam dan sesekali mengerut dahinya.

Dan dia pun kembali melontarkan pertanyaan yang lain.

Ayah! Apakah aku lebih kuat dari ibu?

Ayah kembali menjawab,”Iya kaulah yang terhebat dan terkuat!”

“Kenapa ayah, kenapa aku yang terkuat?” Sang anak pun kembali melontarkan pertanyaan.

Sang ayah pun menjawab dengan perlahan dan penuh kelembutan. “Karena engkau adalah buah dari cintanya!

Cinta yang dapat membuat semua manusia tertunduk dan terdiam. Cinta yang dapat membuat semua manusia buta, tuli serta bisu!

Dan kau adalah segalanya buat kami.

Kebahagiaanmu adalah kebahagiaan kami.

Tawamu adalah tawa kami.

Tangismu adalah air mata kami.

Dan cintamu adalah cinta kami.

Dan sang anak pun kembali bertanya!

Apa itu Cinta, Ayah?

Apa itu cinta, Ibu?

Sang ayah dan ibu pun tersenyum!

Dan mereka pun menjawab,”Kau, kau adalah cinta kami sayang..”

Penulis : Khalil Gibran

Sumber : http://www.anneahira.com/puisi/puisi-anak.htm