Puisi Untuk Kakek / Nenek


sedekad abad kau bernafas
asam garam hidup kau tempuh
dunia kelam kau hadapi
insan yang bergelar nenek

belum sempat aku mengucapkan selamat datang
kamu telah pergi meninggalkan
belum sempat aku meluahkan rasa sayang
kau telah hilang dari pandangan

Sumber : http://snapsendiri.fotopages.com/?entry=1441211

Selamat jalan nenek
Ketika kerut itu kembali terisi
Ketika senyum itu kembali
Ketika lelah itu menghilang
Ketika itulah kau berpulang

Nenek, sakitmu kini tlah hilang
Ujianmu talh berlalu
pedihmu tlah sembuh
Ke hadirat pangkuan ilahi kau kutitipkan

Berat sungguh aku melepasmu nenekku yang cantik
engkau monumen gambaran cinta seorang istri
engkau prasasti kasih seorang ibu
dan engkau arca pengharapan penuh sayang seorang nenek

Kuingat kau rapikan keliman jas putihku saat pertama kali kubertugas
tersungging senyuman rasa bangga darimu kau memiliki cucu seorang calon dokter
Tapi sesungguhnya rasa bangga itu harusnya adalah milikku
mendapatkan cinta kasihmu wahai nenekku

Masih kuingat kau meminta film Korea
temanya harus drama percintaan dengan akhiran bahagia
demikianlah kau selalu menginginkan kebahagiaan di setiap cerita
dan kau kembali ke hadirat ilahi dengan rasa bahagia pula

Masih kuingat setiap kali kau meminta aku memijat kakimu
Dari sejak kaki itu masih kencang sampai ketika maut hampir menjemputmu
kaki itu penuh cekungan saat kupijat
terkadang aku merasa terlalu lelah memijatmu
namun jika kutahu kau akan pergi secepat ini
akan kupijat kakimu hingga kau tertidur setiap hari

Masih kuingat saat kau meminta aku mengukur tekanan darahmu
terkadang aku terlalu lelah sehabis bekerja
Namun jika kutahu kau berpulang secepat ini
maka aku akan selalu melakukannya di kala pagi sore dan malam hari

Saat terakhir kulihat kau bernafas wahai nenekku
kau meminta aku memijat kakimu
kupijat kaki itu
saat itu juga kau meminta aku mengukur tekanan darahmu
namun aku tak membawa spigmo dan stetoskopku
kau berkata, “mana stetoskopnya Dhik? Nenek pingin di tensi”
Aku berkata, aku tak membawanya

Aku berharap masih ada saat aku dapat mengukur tekanan darahmu
Namun darah dalam tubuhmu kini tak lagi mengalir

Nenek, masih banyak yang ingin kutunjukkan padamu
aku ingin kau melihat cucumu menjadi manusia yang berguna
manusia yang dapat memberi ketenangan
hingga orang-orang dengan keadaan yang sama sepertimu dapat beristirahat
dan tersenyum hingga akhir

Namun Nenek, aku akan simpan segala harapanmu itu
kembalilah kepada Tuhan pemilik segala jagat

Ya Ayyuhan nafsum muthmainah ir ji i illaa robbiki rodiyatam mardiyyah
fadkhulli fii ibadiii wadkhulliii jannaatiii

Wahai jiwa yang tenang kembalilah kepada tuhanmu dengan perasaan rido dan puas. maka masuklah kamu ke dalam golongan hamba-hambaku, dan masukilah surgaku, amiin ya Allah ya Robbal alamin.

Sesungguhnya aku mengakui bahwa kami semua adalah milik engkau dan hanya kepada engkaulah kami kembali, maka terimalah nenekku di sisimu dan kutitipkan ia sementara aku tak dapat lagi menjaganya.

Sumber : http://lorddhikarenungan.blogspot.com/2008/02/selamat-jalan-nenek.html

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.