Puisi Syukur


Bertahun-tahun kulalui bersama belahan jiwa
Banyak senyum dan air mata
Hidup terasa lengkap ditengah canda dan riang
Ke empat buat cinta kita….

Apa yang harus kusesali…..?
Apa yang harus tak kusyukuri…..?
Berlimpah nikmat t’lah kudapati
Mengapa aku kadang masih tak berpuas diri

Maafkan, ampuni aku ya Rabbi…
Usahaku tuk mencapai RidhoMu belum sebanding dengan nikmatMu
Jauh dilubuk hati masih ada ruang hampa
Yang merindukan setetes cinta suciMu untuk diriku

Tunjukkan kasih dan sayangmMu ya Rabbi…..
Ijinkan syukur ini menggetarkan pembuluh pembuluh darahku
Aku rindu ya Rabbi…… aku rindu….

Air mata selalu ada jika kuingat dosaku
Namun egoku pun selalu muncul saat bahagia menghampiriku
Setan berkuasa sudah jika aku terlupa mengingatmu….

Kumohon jangan pernah tingggalkanku
Sekali lagi pintaku terimalah taubat sebelum datang maut.
Berilah rahmat saat datang maut,
Dan ampunan setelah datang maut……. Amin …..

Sumber : http://mayagung-puisi.blogspot.com/2006/12/syukur-nikmatmu.html

Ku bersyukur di tiap hari bersamamu
Kau berikanku kekuatan untuk terus bertahan
Kau membuatku percaya kau kan selalu bersamaku
Ada takut terhenyak dihati jika ku kehilangan dirimu

Sumber : http://www.toppuisi.com/toppuisi/syukur/

Bangun di fajar subuh dengan hati seringan awan

Mensyukuri hari baru penuh sinar kecintaan
Istirahat di terik siang merenungkan puncak getaran cinta
Pulang di kala senja dengan syukur penuh di rongga dada
Kemudian terlena dengan doa bagi yang tercinta dalam sanubari
Dan sebuah nyanyian kesyukuran terpahat di bibir senyuman
Penulis : Khalil Gibran

Kemarin aku bergaya tak sengaja
Menolehkan kata pada kertas yang tergeletak di meja
Ku tuliskan demi bait kata ungkapkan rasa

Demikian kah aku demikian
Menguraikan kalimat dengan apa yang ku cinta
Untuk semua alam semesta?

Demikian kah aku demikian
Kiranya aku bersyukur masih menikmatinya
Menatap dan merasakannya..

Penulis :

Sumber : http://inadwiana.wordpress.com/2009/11/15/aku-demikian/

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.