Puisi Penyesalan


Aku,
Memendam rasa pada dirinya
Yang akhirnya tak bisa kumiliki
Bahkan tak mungkin kutemui

Mungkin aku…
Harusnya tak perlu mengenalnya
Dan tidak saling bertemu
Atau mungkin harusnya aku,
Hidup di dunia yang berbeda dengannya

Dan kini aku,
Telah kehilangan dirinya
Yang membuat hati kecilku selalu berkata,
Betapa bodohnya aku…
Yang membiarkan cinta pertamaku hilang
Dan hanya meninggalkan sebuah penyesalan

Sumber : http://apresiasipuisi.multiply.com/journal/item/3287/PENYESALAN

Ketika bulan bersinar
ku coba memejamkan mata
merasakan hembusan angin dingin
yang mengarah kepada ku
mencoba membisiki ku akan sesuatu…
qu membuka mata dan tampa ku sadari
ku telah meneteskan butiran air mata
dan terpecah bagaikan mutiara
yang tak terbendung
oleh rasa sakit ku.
ku coba mengembangkan sayap-sayap patah ku
mencoba untuk terbang,
terbang kemana akan ku temukan diri mu kembali
tapi aq hanya bisa meratapi
akan nasip ku,
menahan akan sakit yang ku abaikan
dan membiarkan kau pergi untuk selama nya.
(A.Rahman_CCMD SMK YDS)

Sumber : http://xpresiriau.com/puisi/penyesalan-ku-sebuah-puisi/

Jika waktu dapat berbalik arah
Akan ku tata kehidupanku seindah bayanganku
Tatapi kini aku sadar semua itu hanyalah penyesalan belaka
Hal-hal yang belum pernah terpikirkan di masa itu, kini telah menjadi beban hidupku
Sekarang semuanya sudah berlalu dan terlambat untuk di ubah
Hidupku akan selalu berada di dalam keadaan yang sangat menyakitkan
Inilah hidupku , tidak ada seorangpun yang tahu tentang hidupku
Hanya diriku yang mengerti hidupku
Seandainya waktu dapat berputar kembali
Aku lebih memilih untuk tidak dilahirkan di dunia ini
Aku tidak ingin dilahirkan bukan untuk diriku sendiri,
Tetapi untuk mereka yang melahirkanku karena aku sadar
Kehadiranku hanya membuat beban yang sangat berat bagi mereka

Sumber : http://erwindealova.blogspot.com/2009/01/penyesalan-tiada-akhir.html

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.