Puisi Motivasi / Perjuangan


Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu
dipanggang diatas apimu, digarami lautmu
Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945
Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu
Aku sekarang api aku sekarang laut

Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh

Sumber : http://ketua-asbo-ipmriau.xanga.com/695583195/kumpulan-puisi-chairil-anwar/

Itulah panorama kakek moyangku

Berlabuh biru gelombang

Menghampar hijau ladang

Julang pegunungan

Itulah anak negri kakek moyangku

bermain gotri rame riang

Bulan purnama mandikan sinaran

Menyusur tapak setapak

Mendekap kalam suci

Itulah Nusantara kakek  moyangku

Hingga khatulistiwa kalbu semesta

Gegap gempita Mataram-Majapahit-Sriwijaya

Itulah hutan kakek moyangku

Saat singa rajanya

Mata rantai hukum Tuhan

Burung pipit, pemakan kutu kerbau

Itulah peta negri kakek moyangku

Cerita cinta tanpa dusta, darah dan air mata

Yang bertajuk seribu pulau

Tanah subur, laut eksotik

Emasnya banyak, minyak tambang ruah

Hingga Jepang sudi telanjang,

barter negri

*************************

`

Dan inilah Indonesiaku

Yang pada sepenggal waktu nanti

Cucuku akan bercerita begini;

Itulah panorama kakek moyangku

Mengamuk gelombang hitam

Menghampar mayat, jejali jalan-ladang

Julang puing-puing bangunan

Tak putus cucuku bertanya, “mengapa??”

Dan memang ternyata,

Itulah anak negri kakek moyangku

Ribut rusuh bermain nyawa

Mandi tep-byar lampu diskotik

Menyisap lorong-lorong Aibon

Mendekap Play Boy jiwa raga

Itulah Nusantara kakek moyangku

Hingga khatulistiwa menderita

Gegap gempita penguasa

Laiknya gegap gempita Belanda

Itulah peta negri kakek moyangku

Satu pulau berlepas lagi

Satu pulau digasak lari

Tanahnya retak, lautnya rusak

Emas logam titipan orang

Minyak tambang digali,

dihianati!!

Cerita duka penuh luka,

Banjir darah, hujan air mata

Sekarang…

Tanpa telanjang,

siapa sudi barter negri?!

*************************

Oooo…

Tak tahan aku menyebrang silang

Ku berbisik pada gunduk makam,

“Izinkan aku menggali tanah saja”

Setan tertawa hingga terjengkang

Meraba sel-sel otak,

Awut mawut semprawut jempalitan

Dan di tanah abu,

“Anak bodoh!! Hidup juga perjuangan!!”

Kakekku mengepal tangan

Sumber : http://mufaqqih.multiply.com/journal/item/9/AKU_KAKEK_DAN_CUCUKU_—_PUISI_dari_Negeri_Mesir_untuk_INDONESIA_tercinta

Kala para birokrat berdebat tentang kemakmuran rakyat.
Ribuan budak tak henti di telanjangi mesin industri milik cukong tak bermartabat.
Penat mendera mereka, para pengabdi…
Habis diperas, dihisap, demi kebutuhan industri.

Sementara itu, dibalik awan, cukong laknat itu terbahak-bahak
Mendekap peti harta keringat para budak dengan tamak
Inilah kesaksian para penghuni jiwa
Dikala malaikat kabarkan duka…
dan Iblis leluasa menghuni Surga…

Penulis : Derrik Hudaya

Sumber : http://www.bangfad.com/sastra/replika-diorama-terbaptis.html

Aku rindu pada kebebasan,
Rinduku terpatri padanya…
Laksana sang anak rindu akan ibunya.

Tatkala bisikan dedaunan dan angin,
Mengumandangkan adagium kebebasan,
Aku rindu dan semakin rindu padanya.

Karena,
Aku tlahpun melihat, dan mencari tahu…
Tentang penindasan, penjajahan, dan pembodohan,
Oleh…penguasa negeri ini!

Penulis : abigailroodee

Sumber : http://www.bangfad.com/sastra/rindu-kebebasan-2.html

Aku bukanlah penyair….

Yang bersyair karena fantasi

Menoreh naluri terpenggal ilusi

Menggores pena tanpa emosi

Wahai

Inilah gejolak yang tiba-tiba hadir

Yang mendorong jemari lukiskan kata

Yang membongkah penuhi rongga dadaku

Yang meluncur menerobos tenggorokan

Mendesak keluar bersama desah, rasa dan asa

Bak ungkapan tersekap terpendam……….

Terlontar bebas, temukan jalannya

Sumber : http://nurani8.wordpress.com/2009/03/05/puisi-penggugah-motivasi

Revolusi telah merubah alam, dan kau…!!!
Masihkah hanya diam di langkahmu tak bergerak
Seperti dongohmu telah kau rasa itu mengasyikan
Haripun kau sadari telah menghentikan detak hatimu
Tapi apa yang sedang kau pikirkan…???
Apa yang sedang kau perbuat…???
Kau hanya bisa menghayalkan masa esokmu
Tak coba kau raih itu, tak pula ayunkan kakimu
Sepertinya kau adalah sang pemimpi sejati

Aku tahu mungkin sudah kau rencana harimu
Dalam benakmu layaknya peta hidupmu
Tapi apa..???
Itu hanya gambaranmu semata ,Hanya sebatas imajinasimu saja
Apa kau sudah puas dengan menyandang gelar “ Pecundang “
Gelar yang kau pertaruhkan dengan sikapmu yang anti “ Resiko “

Jika kau menolak dan tak setuju dengan itu
Sekarang biarkan dunia bisa saksikan bahwa kau “ Bukan pecundang “
Kalau engkau adalah “ Pejuang hidupmu ” yang suka “ Resiko ”
Karena hidup ini penuh “ Resiko ” dan “ Tantangan ”
Dan kau harus tahu itu, tahu sebenar-benarnya
Biarkan pula aku saksikan bahwa kamu “ Bisa ”
Merubah mimpi dan hayalmu jadi realitamu juga kenyataanmu
Bukan imajinasi juga gambaranmu semata

Aku yakin kamu “ Bisa”, kamu “ Mampu ”
Lakukan sekarang, jangan ulur lagi waktumu
Jangan tunggu esok hari kan tiba mengejarmu
Sekarang …!!!!
Buktikan…!!!!

Sumber : http://diningrat.wordpress.com/category/motivasi-diri/

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.