Puisi Kesetiaan


Kesetiaan itu milik para wanita …. ah tidak juga … banyak juga para wanita yang selingkuh. Kesetiaan itu milik para pria … ah apalagi pria … lebih banyak pria yang berselingkuh.

Kesetiaan itu adalah milik kekuatan komitmen. Ya .. diawali dengan kesadaran untuk memiliki komitmen untuk memulai kehidupan rumah tangga dengan suatu komitmen. Sadar apa yang harus dilakukan untuk menunjukkan kesetiaan itu kapan dan dimana saja. Sadar bagaimana konsekuensi ketidaksetiaan kepada pasangan hidup. Sadar bahwa kesetiaan adalah sesuatu yang sangat mahal. Sadar bahwa kesetiaan itu adalah nyawa dalam kehidupan rumah tangga.

Kesadaran itu harus diiringi dengan kemauan yang kuat untuk menjaga komitmen kesetiaan itu. Semakin kuat kemauan untuk setia, maka semakin kuat kaum lelaki maupun kaum perempuan untuk saling menjaga komitmen kesetiaan itu. Komitmen itu harus dipahami dengan baik. Tidak ada beda penafsiran tentang arti dan isi komitmen setia itu. Sedikit saja beda penafsiran berarti bibit perusak kesetiaan itu mulai tumbuh.

Komitmen itu juga harus senantiasa ditinjau ulang, dievaluasi, dilihat kembali. Apakah komitmen itu harus diperbaharui. Setiap masa akan menghadapi suasana baru yang pasti akan mengantarkan pula bagaimana setiap manusia memandang kehidupan. Hidup itu dinamis, maka komitmen itu harus diselaraskan dengan masa. Pandangan awal tentang kehidupan telah menjadikan model komitmen sesuai dengan masanya, pada masa berikutnya model komitmen itu layak untuk diperbaharui, layak untuk dilihat kembali, minimal untuk mengingatkan bahwa setiap keluarga punya komitmen…. komitmen untuk saling setia.

Kesetiaan itu milik bersama. Para pria sebagai suami harus memiliki kesetiaan sebagaimana para wanita sebagai istri juga memiliki kesetiaan. Tidak ada yang harus dituntut lebih untuk memiliki kesetiaan itu. Harus adil. Saat berdekatan maupun berjauhan, kesetiaan itu adalah milik bersama. Tidak serta merta, suami yang berada di luar rumah harus lebih setia daripada wanita yang ada di rumah, atau bahkan sebaliknya.

Kesetiaan itu adalah kepercayaan. Sejauh apapun, selama apapun, sekacau apapun, kesetiaan adalah bentuk kepercayaan suami kepada istri, dan sebaliknya. Kepercayaan adalah bentuk lain dari cinta. Namun kepercayaan itu harus terjaga. Dengan apa menjaganya? Dengan DOA. Ya… dengan doa, kepercayaan kepada Allah SWT, Sang Pemilik Seluruh Makhluk, bahwa kita percayakan, kita serahkan pasangan hidup kita pada-Nya. Bahwa pasangan kita akan tetap setia, karena kita percaya, bahwa Allah juga yang akan memelihara kepercayaan kita pada pasangan kita. Sangat mungkin jika Dia akan menyampaikan tanda-tanda kesetiaan atau ketidaksetiaan pasangan kita dengan cara-Nya.

Kesetiaan itu harus melewati rentang waktu dan ujiannya. Rentang waktu memberi ruang kepada setiap pasangan untuk membuktikan kesetiaan. Setiap ujian harus dihadapi, bahkan terkadang kegagalan menghadapi ujian adalah pupuk yang sangat mujarab untuk memperkuat kesetiaan. Namun bukan berarti kegagalan menghadapi ujian yang senantiasa terulang. Jika demikian, perlu dipertanyakan, mengapa bisa terus berulang, jangan-jangan memang telah menjadi bibit ketidaksetiaan. Setiap pasangan yang belum menghadapi ujian kesetiaan seharusnya tidak banyak berpuisi cinta, karena puisi cinta hanya milik mereka yang telah teruji kesetiaannya.

Kesetiaan adalah kekal. Kesetiaan itu dibawa mati. Bahkan cukup banyak fenomena yang menjadi pelajaran bagi kita, bahwa sangat banyak para pria yang tidak memiliki keinginan mencari pasangan hidup yang baru saat ditinggal pasangan hidup sebelumnya. Karena dia ingin setia kepadanya. Banyak pula para pria yang ingin segera menyusul istrinya yang pergi mendahului menghadap Robbul Izzati, demikian pula para wanita. Yang dirasakan begitu hampa tanpa didampingi oleh pasangan hidup yang mendampingi dengan penuh kesetiaan.

— *** —

Pertanyaannya : Apakah Kita Telah Belajar untuk Menunjukkan Kesetiaan kepada Pasangan Hidup Kita, Saat Kita Bersama maupun Saat Kita Berjauhan dengannya?

Sumber : http://kesabaran.multiply.com/journal/item/148/K_E_S_E_T_I_A_A_N

Seorang wanita bertanya pada seorang pria tentang cinta dan harapan

Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia
Dan pria berkata ingin menjadi matahari.
Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari,
bukan kupu kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga…

Wanita berkata ingin menjadi rembulan
dan pria berkata ingin tetap menjadi matahari.
Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan tidak bisa bertemu,
tetapi pria ingin tetap jadi matahari….

Wanita berkata ingin menjadi Phoenix…
yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari,
dan pria berkata ia akan selalu menjadi matahari….

Wanita tersenyum pahit dan kecewa.
Wanita sudah berubah tiga kali…
namun pria tetap keras kepala ingin jadi matahari,
tanpa mau ikut berubah bersama wanita.
Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali
tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari….

Pria merenung sendiri dan menatap matahari
Saat wanita jadi bunga, pria ingin menjadi matahari
agar bunga dapat terus hidup
Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga
agar ia tumbuh, berkembang.. .
dan terus hidup sebagai bunga yang cantik.
Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh
dan pada akhirnya kupu kupu yang akan menari bersama bunga.
Ini disebut KASIH….. yaitu memberi tanpa pamrih

Saat wanita jadi bulan,
pria tetap menjadi matahari….
agar bulan dapat terus bersinar indah dan dikagumi.
Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari,
tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan,
siapakah yang ingat kepada matahari?

Matahari rela memberikan cahayanya untuk bulan
walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan…
dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaannya
sebagai pemberi cahaya
agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut….
Ini disebut dengan PENGORBANAN
menyakitkan namun sangat layak untuk cinta.

Saat wanita jadi phoenix yang dapat terbang tinggi,
jauh ke langit bahkan di atas matahari…
Pria tetap selalu jadi matahari
agar phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau
dan matahari tidak akan mencegahnya

Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi jauh,
namun matahari akan selalu menyimpan
cinta yang membara di dalam hatinya hanya untuk phoenix
Matahari selalu ada untuk phoenix kapan pun ia mau kembali
walau phoenix tidak selalu ada untuk matahari

Tidak akan ada makhluk lain selain phoenix
yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cintanya….
Ini disebut dengan KESETIAAN
walaupun ditinggal pergi dan dikhianati,
namun tetap menanti dan mau memaafkan

Untuk para wanita…..
Siapakah Matahari yang ada di dalam kehidupanmu?
Bila engkau sudah menemukan dan melihat Matahari dalam kehidupanmu. ..
Pergi, lihat dan jangan pernah meninggalkannya.

Sumber : http://zer0beat.wordpress.com/2008/01/22/hello-world/

Dunia berbintang ketika kau tersenyum
Hujan bergemerincing pelan menyejukkan hati disela tawamu yang hangat
ada setia yang kuberikan dalam uraian kasihku

Sumber : http://toppuisi.blogspot.com/2007/12/kesetiaan.html

Haru biru hatiku menatapmu……… Ketika Cinta sejati mengambilmu dariku…

Bagaikan domba kepembantaian…tanpa suara dan tanpa meronta, ku pasrah tanpa setetes air mata…..

Ketika Berlaksa-laksa hujan batu kepedihan menimpa jiwaku…… ku bungkam gemuruh dan kusingkirkan petir yang menghanguskanku… kubiarkan hanya keteduhan yang terpancar diwajahku……

Ketika waktu berhenti…. dan nafasku tecekal di tenggorokan….. gemeretak gigiku tertahan menahan pedih… pedih yang merenggut harapku…..

Namun…aku tidak akan pernah menyerah…. tidak akan pernah mengaku kalah……

aku masih punya padang rumput yang dihiasi ribuan bunga cinta…. yang setia mekar… meski berjuta kali pangkas bahakan dimakan bara …..

Aku tidak akan menyerah… meski ku tahu…. berjuta kali aku harus menderita…….

Aku tidak akan menyerah…. karena yang kutahu…. cinta tak pernah kalah…… meski maut merenggut nyawa….

Sejenak kuhela nafas….. mencoba merampas setitik nyawa…..

bukan untuk dipadu raga … namun untuk direnggang nyawa…….

Aku …adalah sang aku…. Yang setia mencinta…… meski orang memandang nista…

Meski orang mencemooh dengan tawa… bahkan menyebutku gila…….

Tapi adakah yang salah dengan cinta……

Jika Ia…. siapa yang telah mengoreksinya………

Atau siapa yang telah mendakwa penciptanya….

Hai…. kira berbicara tentang rasa…. yang tiada defenisinya…..

Kita berbicara tentang Cinta ….. yang hanya Punya Kesetiaan pada jiwa… bahkan melepas raga dari nyawa….

Sumber : http://apresiasipuisi.multiply.com/journal/item/2230

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.