Puisi Kesepian / Kesendirian


Alunan angin tak mampu mengusir sepiku,
Buaian rumput jua tak mampu menidurkanku,
Kesendirian yang semu membuatku merindu,
Yang tak termimpi menjadi sesuatu.

Memang kusadari,
Rangkaian peristiwa yang menepi,
Menyentuh sanubari hati,
Dan meninggalkan jejak yang berseri.

Hanya waktu yang tahu,
Mengapa ramai siang membuatku gelisah,
Mengapa hening malam membuatku galau.

Ini sekedar curahan pena,
Menuangkan hati lewat tinta,
Tapi ini adalah nyata,
Setiap saat memang selalu bermakna.

Senang riang galau dan sedih,
Hanyalah perputaran kejadian belaka,
Semua tergantung pilihan kita,
Ikhtiar atau takdir.

Aku memilih berpikir dan berusaha,
Aku memilih menulis dan berbicara,
Aku memilih diam dan bergerak,
Aku memilih hening dan bersukacita,
Aku memilih bahwa aku harus memilih.

Inilah curahanku…
Dalam belajarku menulis kata…

Sumber : http://cahayanya.name/2009/09/08/curahanku-di-hari-ini.html

Dingin…

Malam
ini kuhinggapi sendiri

Selimut
dari pakaianku musnah karena gelap

Dan
lololangan anjing malam menemani menggigilku hingga pagi

Aku
lelaki kesepian , buta…

Yang
berada di tengah taman bunga

Hanya
bisa mencium

Dan
tak berani kupetik mereka

Bunga-bunga
itu di samping…kiri kananku

Tepat
di antara kaki dan jemari tanganku

Kedamaian
yang belum pernah kurasakan

Kuberanjak,
kupetik satu

Lalu
durinya menusuk teunjukku

Mawar
itu.., sakit itu.., kupetik satu

Kuhirup
hingga begitu dekat

Hingga
tak sadar darahku untuknya

Kucium,
damainya.., untukku

Kuletakkan
dia sejenak

Tergeletak
mencari senyumku

Ah..,
bodohku, kucampakkan mawar itu

Kucari..,
hingga terseok rapuh

Terduduk
dan termangu menanti waktu

Lalu
sejuk pagi datang

Hanya
membawa kesejukan

Sedangkan
aku mendesah mencari kedamaian

Secercah
cahaya datang membasuh mataku

Dan
kulihat indahnya dunia baru

Aku
menari kegirangan, melompat, dan kupeluk semua pohon..dahan dan
rantingnya

Mawar
itu..!

Kucari
dia diantara guguran bunga

Kutemukan,
tapi tak seperti waktu itu

Hangat
dan damainya.., tak ada

Lalu
kucari yang seperti itu

Kedamaian,
keindahan, dan cinta itu

Di
antara semua bunga di depan mataku

Kulihat
lelaki memetiknya lalu pergi.., dua.., tiga.., beranjak lagi

Betapa
mudahnya mereka temukan

Kedamaian
dan kesejukan yang bunga berikan

Ada
yang memetik satu.., dua.., tiga..

Duri
tak membuatnya jera

Beberapa
memetik satu.., dibuang dan memetik lagi

Begitu
mudahnya bunga-bunga itu berguguran

Kulihat
mawarku telah diambil lelaki lain

Tapi
dia tinggalkan tak jauh dari sampingku

Kuberjalan,
beranjak pergi, mencari..

Mencari
kedamaian yang pernah mawar berikan

Melati..,
angsana.., tulip..

Kucari
kedamaian untukku

Rasa
cinta itu.., kucari…

Sumber : http://puisi-puisi-malam.blog.friendster.com/2006/10/lelaki-di-taman-bunga/

Aku si pemuja malam…

Yang menebar sepi mengusir kesendirianku
Akulah si pemuja malam
Ketika ia menghangatkan hatiku yang dingin
Dan akulah si pemuja malam
Ketika ia membasuh lukaku dengan lembut sinarnya

Sumber : http://puisi-puisi-malam.blog.friendster.com/2006/09/remake/

Dalam gelap
Mencoba terlelap
Tapi mata tetap menatap
Pada atap
.
Dalam sepi
Masih tak kunjung menepi
Dalam rindu hati
Yang tak terberi
Sumber : http://sangjaka.blogdetik.com/2009/03/18/puisi-malam/

hari-hari ku yang sepi…
telah membawa hidupku dalam kesedihan..
canda tawa yang dulu ada..
telah terbawa jauh oleh rasa cintaku padamu…
aku hanya bisa berharap..
kau akan tau dan mengerti…
memahami dan merasakan apa yang aku rasakan..
dan membawa kembali senyuman untuk ku…
senyuman yang dulu kau bawa bersama cintaku…

tapi ada satu hal yang selalu aku takutkan…
kau tak pernah merasakan apa yang aku rasakan..
kau hanya menganggapku sebagai teman..
itu yang selalu membuatku merasa sepi…
tak mengungkapkan apa yang aku rasakan selama ini…
rasa cinta yang terpendam di dasar lubuk hati..

itu yang selalu membuatku tersenyum saat kau bahagia..
melihat kau bersama dia yang kau cintai…
dan dia itu bukan aku…
mungkin memang aku tersenyum bahagia…
tapi sebenarnya hatiku menangis…
menyadari bahwa cintamu bukan untuk ku…
tapi aku akan tetap tersenyum bahagia…
karna bahagiamu bahagia ku juga….

Penulis : chanmel loverz 250809

Sumber : http://www.bangfad.com/sastra/tersenyum-di-atas-air-mata-yang-sepi.html

…….
hampa rasa diri.
Ini hati bergemuruh
‘tika teringat dikau penuh – seluruh
tinggalkan nama, tinggalkan raut muka
tinggalkan semua yang dikau punya
sebelum asaku bertahta.

Sepi …
hati terpaut padamu
begitu mendendam rindu.
Biar keluh … biarkan menahan pilu,
biar resah … biarkan menahan gundah
merenggutmu, lepas – sudah …

Sumber : http://www.bangfad.com/sastra/sepi.html

aku…
kesendirian ini selalu menggerogoti tubuhku
kesepian terus mencoba melobangi jiwaku
perih yang kurasa menusuk sampai ke tulangku
terbang di antara angan
desir ombak pun mengayuh untuk terus menggebu

asa kini menjadi butiran pasir berdebu
hitam kini bercampur menjadi kelabu
sakit yang ku rasa telah menjadi ngilu
percuma aku merindu
kau takkan akan pernah menjemputku

air salju sudah membeku
takkan ada lagi sepatah kata untukku
wahai kawanku
duduk , termangu menunggumu
itu sudah nasibku

kini kelabu menutupi kisahku
melayang jiwaku
terbang besama mimpi yang tak kan kembali
itulah aku…
hanya ini puisi dariku
puisi basah tercipta hanya untuk sangmu Primadona

Penulis : Fiza Haq

Sumber : http://www.bangfad.com/sastra/sang-primadona.html

kala sepi menyayat hati
kelelahan jiwa menemani
tertatih-tatih langkahkan kaki
pijak jalan kehidupan penuh duri
raih mimpi tak bertepi
gapai cinta tak pernah bermakna

senandungkan kidung asmara
urai dalam bait-bait derita
debur ombak kehidupan
hantam karang keteguhan hati
mencoba tegarkan jiwa
dari cerita cinta penuh luka

ku akui begitu banyak cinta
yang datang dan pergi
tapi tak satupun cinta yang mampu
menyemaikan segala rasa dikalbu
yang telah gersang dan mengering
walau bibir selalu tersenyum
tapi hati menangis pilu
dihimpit dilema yang membelenggu
jangan cintai………
karena tak pantas untuk dicintai
jangan sayangi……..
karena tak pantas untuk disayayangi
jangan berharap……..
karena tak pantas untuk diharap
biarlah semua berjalan
mengikuti alur roda kehidupan
biarlah semua berlalu mengikuti
kehendak yang MAHA TAHU

Sumber : http://www.bangfad.com/sastra/rintihan-hati.html

adakah sunyi itu sepi
Dan sepi itu sunyi
Ketika hasrat terbelenggu oleh ketidakberdayaan sebuah hati
Ketika hati tak mampu lagi berbisik ke dalam nurani

Tuhan. . .
Bebaskanlah aku kedalam sebuah alam
Tempat dimana terdapat angin berhembus membelai dedaunan
Tempat dimana bintang-bintang bertaburan menghiasi malam

Berbisiklah kepadaku Tuhan
Tentang dongeng-dongeng kebahagiaan tak tertuliskan
Tentang mimpi-mimpi indah dan harapan

Hingga tiada lagi belenggu yang memenjarakan hati
Hingga tiada lagi sakit dan duka yang selalu menyiksa

Berjalanlah….
Dalam pelupuk desah
Yang merayap ditepi dinding hati yang merajai sepi
Berjalanlah….
Demi sepenggal waktu
Dan sedetik kisah
Tertuang dalam denting yang berdetak
Dan rintihan yang terukir
dalam detik yang menanti
Kurajai sepi yang menepi
Ditepi balutan belulang kisah kasihku

Aku tak pernah terasingkan
Walaupun terasing telah mengasingkanku
Aku tak pernah terpuruk
walaupun keterpurukan telah memurukku
Aku hanya memandang
Tanpa keinginan untuk melihat
Kosong memang….
Tapi aku telah menemukan sesuatuku
Kecil memang….
Tapi dia yang menuntunku menemukan keindahan

Aku tak peduli
Bila mana tak ada yang mengerti
Biar saja aku mati oleh sepi
Sendiri menikmati indahnya mimpi
Sendiri merasakan luka hati
Mengenang cinta yang telah pergi

Perempuan terpilihku
Tak pernah betah di hatiku Kenapa…?
Mungkin….
Terlalu banyak pilihan
Atau mungkin…
Aku tak boleh memilih
Agar aku dapatkan perempuan terpilih…

Apakah selamanya aku takkan pernah dapat tuliskan kata bahagia
Karena kebahagiaan itu selalu menjauh
Haruskah setiap kata yang meluncur adalah kepedihan
Haruskah setiap kata adalah air mata yang mengering
Atau peluh yag terus bercucuran bersama gelap dan sepi
Apakah selamanya aku takkan dapat ucapkan kata bahagia
Entahlah…?

Sumber : http://abi.tep.su/2.html

Di kesepian malam aku sendiri

Fikiran menerawang menjelajah angkasa

Ingin rasanya kubuka semua tabir gelap

Sehingga bisa kunikmati indahnya rembulan

Beserta gemerlapnya selaksa bintang

Semilir angin berhembus perlahan-lahan

Seolah tak ingin mengusikku dari lamunan

Pucuk-pucuk daun menari penuh kemesraan

Seakan tiada bosan untuk selalu menghibur

Semua gundah dan keresahan hatiku

Ketika malam semakin larut

Aku sadari akan kesenmdirianku

Semuanya memang penuh ketidakpastian

Kecuali…. Bisa kunikmati sisa hidup ini

Dengan cinta dan kasih sayang

Dimana semuanya serba tulus

Dimana semuanya serba ikhlas

Dimana semuanya penuh kerelaan

Tanpa pamrih dan pengharapan

Sumber : http://hadi-oke.tripod.com/id5.html

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.