Puisi Kenangan


Kasihku………..!
Di persimpangan jalan cinta ku,
ku lepaskan dirimu berlalu bersama cintamu.
di Batas kota ini, ku iringi kepergianmu dengan hati Relah
di iringi darai air mata,persembahan terakhir untumu.
kasihku……….!
Aku relah melepas dirimu pergi dari sisiku,
demi masa depanmu, demi kebahagiaan orang tuamu,dan juga….
demi dia yang mencintaimu.
walaupun kini dirimu tla di lain hai
bersama cintamu,
biarlah kenangan ku bawa pergi
bersama bias bayang mu
sebagai pengganti dirimu tuk melepaskan
segala kerinduan di hati ini

Sumber : http://www.puisiku.net/tema-kesedihan/kehilangan/relah.htm

Setiap pertemuan selalu ada perpisahan…….

Begitu pula kita sayang…….

Bulan Ramadhan telah kita lalui bersama….

Aku tahu aku tak sempurna dan bukanlah makhluk paling sempurna……

Banyak Kekuranganku disana sini ……..

Bahkan aku tak pernah bisa membuatmu puas ……

Emosiku sebagai anak 19 tahun kerap membuat masalah bagimu dan bagiku

Akhirnya aku putuskan sayang aku harus meninggalkanmu sementara waktu…..

Agar Kau dan Aku tahu bagaimana indahnya suatu pertemuan

Dan mau menghargainya

Serta Merasakan Rindu Yang sangat amat dalam karena perpisahan ini.

Maafkan Aku Sayang jika terpaksa meninggalkanmu

Kau akan tetap dihatiku meskipun banyak yang mencoba menggoyahkannya…..

Aku akan Pergi darimu jika kedatanganku disuatu saat nanti mengusikmu dan membuatmu semakin terpuruk…..

Biarkanlah aku melepasmu dan berpindah ke tempat yang lebih indah dan lebih memberiku kenyamanan hidup :)

Tapi aku takkan pernah lupa jasa-jasamu yang membuatku seperti sekarang.

Terima Kasih Sayang

Sumber : http://www.bayumukti.com/maaf-saya-harus-meninggalkanmu-sayang-puisi-tebakan/

Pernah aku menitipkan cinta pada dia

Yang kuharap akan selalu dia jaga
Menyekam indah pada muaranya bahagia
Menjadi hamparan cerita nyata
Bukan lagi maya

Semuanya sirna…..
Cintaku tidak dia jaga
Ranumnya harap menjadi sia-sia
Cinta yang kutitipkan dia lupakan begitu saja
Dengan apa lagi aku menebusnya ?

Baginya setiaku belum cukup
Menurutnya pengertianku masih kurang
Sejauh apa lagi cinta harus kutapaki
Setinggi apa lagi cinta harus aku daki
Sedalam apa lagi cinta harus aku selami
Sungguh…..aku tak tahu lagi….

Separuh nafasku telah menjadi bagiannya
Mimpi terindahpun pernah kubangun dipersandingannya
Karena perjalanan yang kuarungi adalah dia
Di relung hati ini terpatri nama dia
Setiap mimpipun hanyalah sebagai cerita

Kini aku hanya berdiri pada luka
Rasa yang telah ada
Sudah tercabik menjadi bulir kecewa
Dan aku tak tahu lagi kemana kumenitipkan cinta…..

Sumber : http://aroemmanizz.multiply.com/journal/item/287/Tinggal_Kenangan

Malam berlalu berganti menjadi pagi

pagi kemudian kembali hanya embun yang masih tak pasti

menunggu janji yang belum ditepati

Sekali lagi hanya menanti

Hati……. yang sebelumnya ada disini

di satu sisi……….

yang sebelumnya ikut menari di malam hari

Sumber : http://aroemmanizz.multiply.com/journal/item/304/Telah_berlalu

Aku terus berlari
Tanpa henti
Ingin ku kejar dirimu
Walau sampai ke ujung dunia
Dengan airmata bercucuran di pipiku
Tak ku pedulikan rasa sakit di kakiku
kepedihan yang ku rasakan
lebih mengoyak – ngoyak di sini
Di relung – relung hatiku
Sakitnya sungguh tak tertahankan
Ku tak lagi pedulikan orang – orang yang melihatku dengan pandangan ganjil

Biar
Biar semua orang tahu
Biar seluruh dunia melihat
Betapa hancurnya aku
Setelah kau lari dalam damaimu
Meninggalkanku tanpa pesan
Inikah caramu membalas ketulusan cintaku
Ku tutup wajaku saat ku mulai terhenti di jalan ini
Airmata perih masih mengalir
Menyadari cintamu yang takkan tergantikan
Takkan pernah
Sepanjang sisa hidupku

Sumber : http://www.bangfad.com/sastra/takkan-terganti.html

Hari demi hari kucoba melupakannya,
Tapi semuanya itu percuma.
Ku coba untuk menghapus kenangannya,
Tapi jawabannya tetap sama.

Apa yang harus ku lakukan?,
Jika dia tak bisa ku lupakan.
Apa yang harus ku korbankan?,
Demi melupakan dirinya seorang.

Aku hanya manusia biasa,
Yang tak akan pernah bisa mencinta.
Aku hanya sebuah bayang-bayang,
Yang tak akan pernah bisa untuk menyayang.

Kini aku pun mulai menyadari,
Aku hanya lelaki yang tak tahu diri.
Kini aku pun mulai merasa,
Aku memang lelaki yang tak pantas mencinta.

Sumber : http://www.bangfad.com/sastra/alone-2.html

Ingatkah kamu setiap sudut yang pernah kita lewati,
dengan canda, dengan tawa, kebersamaan yang selalu kurindukan…
setiap sudut itu jugalah yang selalu mengingatkan ku padamu…
tempat kita menghabiskan waktu dengan cerita, dengan sedikit tawa, bahkan obrolan serius tentang masa depan….
ooow aku merindukan semuanya…
Setiap kali ku lewati jalan itu, pagi dan sore,
saat itulah rinduku begitu menyesak…
setiap hari ku lewati tempat kita makan waktu itu,
tempat paling pojok dibawah pohon itu,
tempat itu juga lah yang mengingatkan ku padamu…
cerita, ketawa, saling mengejek, tiba-tiba diam, melanjutkan cerita…
kini semuanya jadi begitu berarti, tak seperti saat itu, tak pernah berpikir kalau aku bakal merindukan saat-saat itu…
Senyum mu yang menggoda, tawa mu yang renyah, candaan mu yang buat ku kesal, dan banyak hal yang kita sukai hampir sama…….
hooooo betapa berarti kenangan itu, sekarang…saat semua itu tlah menjadi kenangan

Penulis : Rizky Anggreini

Sumber : http://www.bangfad.com/sastra/saat-yang-kita-lewati-menjadi-kenangan.html


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.