Puisi Kehilangan


Masih terselip bayangmu
Dalam ingatanku…
Tawa dan canda itu Belum pupus dimataku,
Kau masih hidup dalam ingatanku…

Ku tunggu engkau tuk kembali walau entah kapan
Karna masih ada sesuatu yang harus kau tau dariku..
Tentang cinta yang belum sempat ku ungkapkan

Tapi sungguh…
Bisikan angin itu bohong….
Kau belum pulang..
Kau masih hidup…!!!

Karna masih nampak jelas bayangmu dalam ilusiku…

(seseorang dimasa lalu yang kini telah tiada)

Sumber : http://peperonity.com/go/sites/mview/puisi.cinta/21875121/22177793

sedekad abad kau bernafas
asam garam hidup kau tempuh
dunia kelam kau hadapi
insan yang bergelar nenek

belum sempat aku mengucapkan selamat datang
kamu telah pergi meninggalkan
belum sempat aku meluahkan rasa sayang
kau telah hilang dari pandangan

Sumber : http://snapsendiri.fotopages.com/?entry=1441211

takkan tercapai keinginan tuk buaimu dalam kasih…
kerlingan maya buat hatiku terikat sementara
kiasan kata tak dapat tutupi luka
saat cela tlah habis masa…

rindu…

haruku tiada berarti saat berubah parau isak mimpiku
tergaris lurus kisahku yang berakhir dengan jemu

arah…

tak lekang ku mencari
dan tak puas kumenanti
saat ku terdiam di balik pencarianku,
saat ku terpatri dalam penantianku…

mimpi…

“cepat, buka matamu…” seruku dalam tidur
saat tersadar, kumengerti…
sang dewi hanyalah kilau semu dalam mimpi…

bye my memory…
bye…

cukuplah pahitku bersama bayanganku
cukuplah lelahku dalam pengharapanku
kini ku telah bersandar pada tujuanku…
pada keindahan masa depanku…
denganmu…

lunaku…

Sumber : http://www.puisiku.net/tema-kesedihan/kehilangan/in-memorial.htm

Kau yang dulu datang
mengetuk jendela hati
memaksa rasa….
terbuka kunci cinta

susah payah…
Ku biarkan kau masuk
mengisi,,,
tahta cinta suci

saat kau raja hatiku
beri warna hidupku
amalkan senyum tulus
bertasbih kalbu suci

waktu yang berjalan
buatmu lupa Akan kerajaan,,,
yang kau tahtai

tinggalkan singgasana suci
tinggalkan semua ketulusan hati

ku terlalu sulit terima
ku kunci pintu hati
tak kan ku buka lagi
karena hanya beri
sakit dihati

kini kau kembali
meminta tahta itu lagi
tapi ku tak perduli

pergi kau…
Jangan pernah kembali
tahta ini bukan milikmu lagi

kerajaan ini tlah terkunci
hanya yang tulus sejati
menjadi raja hatiku
lagi…….

Sumber : http://www.puisiku.net/c/tema-kesedihan/kehilangan/

Tiga hari
Tiga malam
Saya duduk di depan ayahku,
Dia terlelap tidur.

Hiraukan suara orang-orang
Memberi dan menawarkan padaku
Segelas air dan makanan,
Agar aku beranjak dari hadapan ayahku.

Ayah bangun!!
Kita makan bersama,
Liatlah sajian itu untuk kita,
Ayah bangun, aku sudah lapar.

Ayahku belum bangun juga,
Aku berharap ayah bangun,
Temani aku,
Satu inginku
Bangunlah yah!

Usiaku 5 tahun begitu ayahku bilang,
Dan saat itulah badai tsunami datang.

Bandung, 21 Dzulkaidah 1425
Setia

Sumber : http://siasetia.multiply.com/journal/item/6

Hiks, bunda…dimana bunda?
Aku telah bangun dari tidur, rasanya lelah sekali.
Seharian kita berjalan-jalan bersama ayah,
Begitu indah, tapi
Tiba-tiba genggaman tanganmu terlepas dariku,
Terdengar suara bising,membuatku lupa
Apakah engkau meninggalkanku bunda?
Aku disini bunda
Aku sudah bangun, ternyata aku bermimpi!
Aku terbangun bersama orang-orang yang tak ku kenal,
Mereka lelap sekali bunda.
Bunda, dimana engkau?
Kenapa engkau tidak melihatku disini,
Aku disini bersama mereka,
Aku takut sendirian,
Aku kedinginan,
Aku lapar dan haus,
Aku mencarimu bunda,
Dimana engkau?

Ohhh….
Bunda ternyata engkau mencariku.
Bundaaaaaaa!!
Bunda kenapa diam,
Tak terdengarkan jeritku memanggilmu?
Bunda?
Apa itu bunda? Oh, engkau menangis..
Mengapa engkau menangis?
Baru kali ini melihatmu menangis,
Engkau selalu tertawa bersamaku,
Meski aku nakal,
Meski aku rewel,
Tetap ceria.

Bunda, jarimu gemetar
Aku menggenggam tanganmu,
Hangat bunda,
Tapi mengapa engkau menatap kaku?
Siapakah itu?
Ya Tuhan, bunda menemukanku!

Bunda,
Jangan menangis,
Jangan bersedih,
Lihat! Lihatlah senyumku!
Bunda aku tersenyum, untukmu
Dalam cintamu,
aku ingin menjadi payungmu,
menunggumu disini,
dibatas waktu nanti.

Senyumlah bunda,
Aku kan pergi dengan mereka,
Meski mereka bukan orang tuaku.
Titip rindu untuk ayah.

Penggalan gelombang itu tak memutuskan cinta,
Meski harus berbeda alam.
Bocah-bocah bencana tsunami, Aceh.

Bandung, 17 dzulkaidah 1425
Setia

Sumber : http://siasetia.multiply.com/journal/item/6/puisi-puisi_kehilangan

Malam ini ,
ku lihat bayang dirimu dalam kegelapan malam
melangkah menjauh dariku
mendekat pada angin malam dalam kegelisahan

Wajahmu pucat pasi tak seperti biasa
tubuhmu dingin bagai air yg membeku
mulutmu diam seribu bahasa

Apakah yg tlah terjadi ???

Kebisuanmu membuatku tak berdaya , terdiam
habis sudah kata-kata indah dalam bibirku
tenggelam bersama hausnya aku akan ucapanmu
ucapanmu yang slalu ku nanti-nantikan saat kehadiranmu

Bagai hati tersambar petir
saat ku tau , kau menghilang dari hadapku
dan tak pernah kembali di sini bersamaku
untuk menjalin cinta di akhir hidupmu

Aku tau ,
tetapi mengapa ku tak pernah rela melepas kepergianmu
kepergiaanmu yg abadi
menemukan kehidupan yg baru dan abadi

” SELAMAT JALAN KASIH ”
Sebuah kata yg tak pernah bisa ku ucap u/ mu

Sumber : http://www.puisiku.net/tema-kesedihan/kehilangan/sebuah-kata.htm

Kasihku………..!
Di persimpangan jalan cinta ku,
ku lepaskan dirimu berlalu bersama cintamu.
di Batas kota ini, ku iringi kepergianmu dengan hati Relah
di iringi darai air mata,persembahan terakhir untumu.
kasihku……….!
Aku relah melepas dirimu pergi dari sisiku,
demi masa depanmu, demi kebahagiaan orang tuamu,dan juga….
demi dia yang mencintaimu.
walaupun kini dirimu tla di lain hai
bersama cintamu,
biarlah kenangan ku bawa pergi
bersama bias bayang mu
sebagai pengganti dirimu tuk melepaskan
segala kerinduan di hati ini

Sumber : http://www.puisiku.net/tema-kesedihan/kehilangan/relah.htm

Malam berlalu berganti menjadi pagi

pagi kemudian kembali hanya embun yang masih tak pasti

menunggu janji yang belum ditepati

Sekali lagi hanya menanti

Hati……. yang sebelumnya ada disini

di satu sisi……….

yang sebelumnya ikut menari di malam hari

Sumber : http://aroemmanizz.multiply.com/journal/item/304/Telah_berlalu

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.