Puisi Curahan Hati


Aku tidak pernah ingin melukis kata
Agar menjadi lebih indah untukmu
Agar berarti indah untuk jiwamu
Aku hanya berkata apa adanya

Aku tidak pernah bermain dengan senja
Hanya untuk memeluk dirimu
Saat gelap datang dan siang berlalu
Cinta ini mengalir tanpa rencana

Sumber : http://www.anggrekbiru.com/biasanya-bukan-rayuan-gombal.html

Jujur ku katakan kepada mu
aku sayang kamu
Aku mencintaimu setulus hati ku
Bagi ku hanya kaulah penerang hidupku

T’lah berulang kali ku coba
Mencari pengganti dirimu
Membuka hati untuk yang lain
Namun semua sia-sia
Dan ternyata cinta ini hanya untuk mu

Mungkin memang aku yang bersalah
Karna ku tak pernah menjadi seperti apa yang kau mau
Andai ku memahami dirimu lebih dari segalanya
Pasti kau dan aku akan bersama selamanya
Tapi kini kau pergi tinggalkan aku

Kasih………….
Salah kah aku tak bisa menjaga hatimu di hati ku
Salah kah aku tak memahami dirimu

Kasih…………
Kini aku kan melupakan mu
Aku kan mencoba membuka hati tuk yang lain
Aku terus mencoba dan terus mencoba melupakanmu
Namun aku tetap tak bisa
Karna Hanya hati mu yang kini ada dihatiku
Sampai kapanpun kau kan selalu dihati ku
Dan sampai kapan pun aku tak kan bisa melupakanmu

Sumber : http://radenbeletz.blogdetik.com/puisi-cinta-puisi-gombal-puisi-rayuan-puisi-romantis-puisi-nembak/

Dikeheningan malam ini Sayup kudengar lembut suaramu
Menyapa dalam tidur malamku
Menenangkan jiwa menyejukkan hati
Ingin kudengar lembut suaramu
Melantunkan nada-nada nan merdu mendayu Sayang…..

Dalam kehangatan mentari pagi ini
Aku ingin menyampaikan padamu
Tentang sebuah rasa di hatiku Yang tak pernah mampu kulenyapkan
“Aku kan tetap menyayangimu Apapun adanya dirimu dan bagaimanapun adanya dirimu Hingga maut memisahkan jiwaku dari ragaku”
Walaupun kusadari Aku takkan mungkin dapat memiliki dirimu
Namun aku tak pernah letih berharap dan berdoa Di kehidupan yang lain Aku kan dapat bersatu denganmu

Sumber : http://arsip.kartunet.com/?pilih=lihat&topik=2&id=381

Terdiam…..terpekur…..terpuruk aku disini
Tanpa pernah tersadar
Bahwa mencintaimu adalah sesuatu yang tak
mungkin Dan aku tetap menunggu
Menghitung detik yang tersisa
Diatas kepingan kehancuran hatiku
Sampai waktu yang akan mengurai jiwa.

Walaupun mencintaimu terasa melelahkan
Namun melupakanmu terasa lebih menyakitkan…

Penulis : http://dewiimut.blogspot.com/2006/08/puisi-curahan-hati_27.html

Alunan angin tak mampu mengusir sepiku,
Buaian rumput jua tak mampu menidurkanku,
Kesendirian yang semu membuatku merindu,
Yang tak termimpi menjadi sesuatu.

Memang kusadari,
Rangkaian peristiwa yang menepi,
Menyentuh sanubari hati,
Dan meninggalkan jejak yang berseri.

Hanya waktu yang tahu,
Mengapa ramai siang membuatku gelisah,
Mengapa hening malam membuatku galau.

Ini sekedar curahan pena,
Menuangkan hati lewat tinta,
Tapi ini adalah nyata,
Setiap saat memang selalu bermakna.

Senang riang galau dan sedih,
Hanyalah perputaran kejadian belaka,
Semua tergantung pilihan kita,
Ikhtiar atau takdir.

Aku memilih berpikir dan berusaha,
Aku memilih menulis dan berbicara,
Aku memilih diam dan bergerak,
Aku memilih hening dan bersukacita,
Aku memilih bahwa aku harus memilih.

Inilah curahanku…
Dalam belajarku menulis kata…

Sumber : http://cahayanya.name/2009/09/08/curahanku-di-hari-ini.html

Rasanya seperti mimpi
ingin rasanya aku terbangun
tidur ini sudah cukup panjang
begitu banyak hal yang terjadi
semua itu tak juga ku pahami

Ingin ke berlari meninggalkan semua
tapi…. langkah ini seolah terhenti
hati ini begitu bimbang
keraguan merongga dalam kalbu

Kesedihan yang dirasa…
ketakutan yang menjelma…
kebahagiaan yang terhenti…
senyuman yang sarasa mati tak bertepi…

Harapan yang ada…kian pergi tak bertuan
pahit getir yang dirasa terus menghantui
tak da nur dalam sisi ruang hatinya
begitu gelap…
meskipun lentera itu masih menyala

Asa yang terpatri kian sirna
hanya kecewa yang terasa
begitu pedih…
begitu sakit…

Oh Tuhan ….
apa yang harus hamba lakukan
banyak hal yang tak ku mengerti jua
dapatkah hamba melangkah dengan pasti
tanpa keragu-raguan. ..

hanya Engkau yang Maha mengetahui
segala yang terbaik bagi umatmu
berikan hamba pencerahan hati
dalam hidup yang tak abadi

Sumber : http://cahayanya.name/2009/11/03/curahan-hati.html

I know It will not the same, The day, The words flied and stoped the dream we Has built.. Forgive Me…

Biarkan aku menyapa mu di setiap tarikan nafasku
Agar aku merasa begitu dekat dengan hatimu
Walaupun terpisah oleh kilometer waktu
Diiringi bait dan lirik lagu yang selalu setia menemani detik dan menit hariku

Seperti nafas kita yang bergemuruh disaat itu
Beradu dengan deru ombak dan angin pantai di kala rembulan dan sinarnya menembus dasar lautan

Memang cintamu seperti candu yang terlafaz dalam bait lagu Tompi, Sedari Dulu
Kau adalah belahan jiwa dan ku tahu itu sayang sedari dulu
Hati tak kan berpaling darimu
Tapi raga memang tak termiliki serta begitu jauh

Hitam putih akan menadi hiasan di dinding rumah dengan atap harapan baru
Tapi jiwa ku serta album kenangan biru tentang hati merah jambu akan tetap abadi dan mengkristal di satu dinding kalbu dengan atap masa lalu

Selama aku mampu
Aku akan menjadi penjaga hatimu
Dan senantiasa tersenyum pada bahagia yang berlabuh nanti padamu
Belahan jiwa ku.***

Sumber : http://www.ubb.ac.id/oasis/index.php?id_oasis=puisi&&nomorurut_oasis=29%20&&%20judul_oasis=Sedari%20Dulu%20-%20Puisi%20Curahan%20Hati

Atas nikmat yg Kau berikan kepada kami
Atas anugerah kebahagiaan
Atas lindungan dr kemurkaan
Atas Kasih yg terjaga
Atas Pengharapan yg terbaik
Atas Hijab yg tak berjarak
Atas Cinta yg tak bertepi

Engkaulah Cinta yg sempurna
Engkaulah pujaan hatiku yg tertingi
Engkaulah tempat pengharapanku yg terbaik
Engkaulah Ridho yg selalu ingin kuraih

Ampuni aku Tuhan

dlm senang aku sering melupakanMU
dlm cinta aku sering menduakanMU
dalam sulit aku sering menanyakan keadilanMU
dalam pengharapan aku sering berpaling dariMU

Ampuni aku Tuhan

Mohon berikan aku kesempatan utk memujaMU
Mohon berikan kesempatan utk mencintaMU
Mohon berikan kesempatan memperbaiki khilafku
Mohon berikan ujung waktu yg termanis utk bersamaMU

Terimakasih Tuhan

Engkau Maha Sempurna
Engkau Maha Pengasih
Engkau Maha Penyayang

aku mengabdi padaMU

Penulis : denad sam

Sumber : http://quantumillahi.wordpress.com/2009/01/23/terima-kasih-tuhan/

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.